Inilah Mengapa 200 Ton Ikan Yang Di Danau Toba Tahun Ini Mati - Jinpoker | Agen Poker Domino Online | Taruhan Online

Breaking

Selamat Datang Di Jinpoker Agen Poker Online Terbaik Indonesia Mudah pecah GLOBAL JACKPOT dengan Win Rate tertinggi di Indonesia!! Mainkan Game-nya & Menangkan JACKPOT-nya sekarang juga!! dan Ditunggu Gabungnya Bersama Jinpoker.com

Jumat, 14 September 2018

Inilah Mengapa 200 Ton Ikan Yang Di Danau Toba Tahun Ini Mati

Rajajin.info - Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja menjelaskan, sebanyak 200 ton ikan di Danau Toba mati di tahun ini. Kematian massal ikan ini terjadi karena pengusaha Keramba Jaring Apung (KJA) yang tidak taat.


“Tahun 2018 kematian ikan sekitar 150-200 ton. Itu menjadi masalah buat kami karena budidaya target panen bukan mati. Tapi untuk skala nasional belum (bermasalah). Produksi budidaya kita 9 juta ton, tapi bagi perorangan sudah permasalahan karena investasi dia,” kata Sjarief saat konferensi pers di Gedung KKP, Jakarta Pusat, Rabu (13/9).

Kematian ikan massal 200 ton ditaksir mempunyai kerugian sedikitnya Rp2,7 miliar dengan asumsi harga ikan Rp15.000 per kilogram.

Ternyata ada tiga penyebab mengapa ikan-ikan di danau terbesar di Asia Tenggara itu mati. 

1. Perubahan temperatur air
Sjarief menjelaskan ikan mati massal karena temperatur air merupakan satu lingkaran. Jika terjadi perubahan temperatur danau atau waduk maka akan terjadi perputaran di dalam air.


”Apa yang ada di bawah (danau) naik ke permukaan, yang kita sebut sebagai upwelling. Terjadi di masa sebelum musim kemarau pindah ke hujan, atau setelah hujan ke kemarau. Pasti terjadi perubahan temperatur dan perubahan muka air.

Sehingga jika terjadi upwelling semua unsur di bawah air akan naik ke atas dan mengontaminasi ikan yang ada. ”Begitu terkontaminasi ada kematian. Kadar oksigen di air berkurang karena tertutup oleh semua partikel-partikel di bawah yang naik ke atas,” ujarnya.

2. Plankton dan ganggang yang muncul berlebihan
Plankton dan ganggang yang tumbuh berlebih di suatu danau akan merebut oksigen dalam air dari ikan.


”Kalau sama-sama butuh oksigen akan berebut dan ikan tidak bisa berkembang biak,” sebut Sjarief.

3. Gulma yang menghalangi cahaya matahari
Gulma seperti eceng gondok yang tumbuh berlebih juga dapat menganggu kehidupan ikan di danau. Pasalnya gulma dapat menahan sinar matahari masuk ke dalam danau.


“Sehingga sinar matahari tidak turun ke bawah karena terutup dan tidak sehat karena kekurangan sinar matahari. Ekosistem tidak seimbang, produksi perikanan turun,” jelas Sjarief.